Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Korean. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korean. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

Artis Korea Girls Generation punya alergi makanan?

Dalam acara broadcast Good Day yang tayang di stasiun MBC, diungkap makanan yang ternyata member Girls Generation alergi terhadapnya. Tepatnya dalam episode yang tayang pada tanggal 1 Juni, satu pekerja katering khusus selebriti mengungkap pesanan untuk member Girls Generation.
girl-generation-girlband-korea

Wanita tersebut mengungkap bahwa dirinya mendapat pesanan khusus dari fans, yang dibuat berdasarkan makanan kesukaan member SNSD. “Fans tahu apa yang mereka sukai, jadi mereka memesan berdasarkan pilihan khusus,” ucapnya.

“Beberapa orang member memiliki alergi, Jessica alergi terhadap mentimun, dan Taeyeon alergi terhadap kacang. Sementara ituTiffany menyukai belut. Suatu ketika, kami membungkus semua belut di satu kotak makanan,” ungkapnya.

Meski publik mengira jika diet khusus dilakukan untuk menjaga bentuk tubuh, ternyata tidak demikian halnya untuk Girls Generation. “Fans mengungkap tidak perlu membungkus makanan diet. Karena mereka sibuk dengan jadwal dan sangat aktif, kami cenderung membungkus makanan bernutrisi,” tandasnya

Senin, 10 Desember 2012

10 Artis Korea Tercantik dan Terseksi

Tulisan saya kali ini pasti disukai oleh penggemar pria artis korea. Saya akan membahas mengenai siapa saja 10 Artis Korea Tercantik dan Terseksi. Artis Korea terutama, artis wanitanya memang terkenal dengan kecantikannya. Tak hanya cantik, mereka juga terkenal karena keseksiannya. Berikut 10 artis wanita Korea yang masuk dalam deretan sebagai artis wanita terseksi. Siapa saja mereka?


10. Kim Hye Su
Walau sudah tak lagi muda, wanita kelahiran 5 September 1970 ini masih masuk dalam daftar artis terseksi di Korea. Selain menjadi model dan aktris, Kim Hye Su juga dikenal sebagai presenter. Banyak acara yang dipandu artis ini termasuk talk show ‘SBS Plus You’. Meski banyaknya artis pendatang baru, Kim Hye Su tetap masih bertahan. Ia masih mendapat tempat untuk karir keartisannya.

9. Shi-Hyang
Artis Korea Tercantik - Shi-Hyang dikenal sebagai model seksi Korea. Namun sungguh disayangkan ternyata wajah cantik dan tubuh indahnya itu sering menghiasi halaman majalah di negaranya dengan pose-pose yang menantang.

8. Kim Yoo Bin

Artis Korea Tercantik dan Terseksi - Kim Yoo Bin merupakan personil grup vokal, Wonder Girls. yang  naik daun di Korea dan terkenal lewat single ‘Nobody’.

Di Wonder Girls, Yoo Bin menggantikan personil lain yang keluar dari grup tersebut karena alasan kesehatan. Di grupnya tersebut, Yoo Bin terkenal sebagai penyanyi rapper.

7. Han- Chae Young



Han Chae Young, artis kelahiran 13 September 1980  merupakan salah satu aktris Korea yang terkenal. Ia sengaja mengambil jurusan seni di Universitas Dongguk. Penampilannya di serial ‘Delightful Girl’, sempat mendapatkan kritik dari sejumlah pengamat.

Penampilannya yang cantik ditunjang dengan tubuh yang proposional membuat Chae Young mendapat julukan sebagai boneka Barbie-nya Korea. Ia juga sempat mendukung serial laris lainnya ‘Boys Before Flowers’ yang melambungkan nama Lee Min Ho.

6. Kwon Yu-Ri

Kwon Yu-Ri dikenal sebagai penyanyi, aktris, model dan penari asal Korea. Ia adalah salah satu personil grup vokal wanita Girls Generation. Wanita kelahiran 5 Desember 1989 ini memulai karirnya di industri Entertainment Korea dari nol.

5. Son Dambi

Son Dambi, artis kelahiran 25 September 1983 ini sejak muncul, wajahnya sudah menarik perhatian. Ia langsung muncul di berbagai iklan dan juga video klip. Ia mulai dikenal publik sejak muncul sebagai bintang iklan MP3 bersama Hyun Joon. Son Dambi juga mendapat julukan sebagai Rain versi wanitanya.

4. Han Ga In

Han Ga In adalah seorang model dan aktris Korea Selatan. Ia lahir pada 2 Februari 1982. Nama aslinya adalah Kim Hyon Joo. Ia memulau debutnya di ‘Sunshine Hunting’. Lalu, ia membintangi ‘Super Rookie’ dengan aktor Eric Mun.

3. Song Hye Kyo


Wajah cantik Song Hye Kyo tentu tidak asing lagi bagi publik di tanah air. Wajah cantiknya memang terkesan akrab lewat beberapa serial yang dimainkan artis yang baru saja putus cinta dengan aktor Hyun Bin ini.

Song Hye Kyo sudah membintangi banyak serial seperti ‘Full House’ bersama Rain dan juga cerita yang mengharu biru lewat serial ‘Endless Love’ bersama Song Seun Heun.

Hampir semua drama yang dibintangi artis yang masuk dalam jajaran 100 wanita tercantik di dunia ini selalu menjadi hits. Hal itu tentu saja membuat popularitas Song Hye Kyo di dunia hiburan Korea tetap tidak tergoyahkan walau bintang-bintang baru terus mewarnai dunia hiburan negeri Ginseng tersebut.

2. Lee Hyori
Lee Hyori dikenal publik sebagai penyanyi dan aktris. Bintang ini memulai debutnya di panggung hiburan Korea dengan bergabung di grup vokal Fin.K.L. Tetapi, setelah itu, ia memutuskan untuk bersolo karir. Ia meraih sukses. Album perdananya berhasil meraih sukses dan penghargaan.


Lee Hyori dikenal juga sebagai artis yang seksi karena kecantikan dan tubuh indahnya. Bahkan, ia tak segan-segan memamerkan tubuh indahnya untuk publik. Di berbagai majalah, ia sering tampil seksi. Bahkan, ia mendapat predikat ‘queen sexy’.

1. Jeon Ji Hyun

Jeon Ji Hyun dikenal juga dengan nama Gianna Jun. Ia selain sebagai model, juga menekuni dunia akting. Sejumlah film dan serial telah dibintangi artis cantik tersebut.

Seperti di ‘My Sassy Girl’, ‘Windstruck’ dan ‘Il Mare’. Bahkan, film ‘Il Mare’ ini membuat sutradara Amerika tertarik untuk membuat film tersebut versi Amerika-nya. Lalu, film itu diberi judul ‘Lake House’. Untuk versi Amerika, film ini dibintangi Keanu Reeves dan Sandra Bullock.

Itulah 10 Artis Korea Tercantik dan Terseksi 2012. Bagaimana menurut anda?

Rabu, 28 November 2012

Apakah Baju Adat Korea Selatan dan Korea Utara Berbeda?

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai pakaian adat Korea (Baca : Pakaian Adat Korea) maka kesempatan kali ini saya akan membahas Apakah Pakaian adat Korea Selatan dan Korea Utara Berbeda?
Pada dasarnya pakaian adat Korea Selatan dan Korea Utara adalah sama, namun hanya namanya saja yang berbeda, yaitu Hanbok untuk Korea Selatan atau Chosŏn-ot untuk Korea Utara.
Beberapa elemen dasar Hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima (rok).
Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku.
Warna-warna pada pakaian tradisional Korea yang berwarna-warni memang sesuatu yang unik dan dimaksudkan untuk menghalangi roh jahat.
Sekarang ini, tidak banyak orang yang mengenakan pakaian tradisional Hanbok, kecuali untuk hari raya Chuseok dan Solnal (Imlek) serta acara khusus, seperti upacara adat dan perkawinan.
Karena dipakai pada waktu-waktu khusus, rancangan Hanbok menjadi semakin indah dan tidak sesuai lagi untuk dipakai pada kegiatan sehari-hari.
Jadi, saat ini ada Hanbok yang rancangannya disederhanakan agar lebih praktis.

Baju adat Korea Selatan dan Korea Utara

SEPERTINYA hal yang kontradiktif bahwa sebuah tradisi bertahan dalam masyarakat yang dinamis bergerak mengikuti-bahkan kalau bisa mendahului-zaman. Namun, di Korea, tampaknya modernitas bukannya berarti tanpa yang tradisi. Kebudayaan yang ratusan, bahkan ribuan tahun, mampu bertahan walau mengalami perubahan.
Ini yang terjadi pada hanbok, baju adat Korea Selatan dan Korea Utara, Walau pakaian model Barat adalah yang umum digunakan dalam kehidupan modern ini, hanbok masih dipakai, terutama pada hari-hari raya dan acara-acara seperti perkawinan. Pada hari Chusok, Hari Bersyukur Korea, bahkan di jalan-jalan Kota Seoul pun banyak orang memakai baju tradisional itu.
“Dulu banyak orang membuat hanbok untuk Chusok. Sekarang tidak lagi karena mereka memilih untuk menyewa,” kata Seo Sun-hee, wanita pemilik toko hanbok di lantai tujuh pertokoan Doosan Tower, Pasar Dongdaemun, Seoul. Bukan berarti tokonya sepi pembeli. “Ini bisnis yang baik walau permintaan menurun dibanding dulu,” kata perempuan yang anak sulungnya kelas 2 SMP itu.
Pelanggan datang untuk membuatkan pakaian perkawinan. Ini berarti pakaian untuk kedua mempelai dan ibu mereka masing-masing. Dengan memperlihatkan sebuah hanbok pesanan yang telah jadi, perempuan cantik itu menjelaskan bahwa pengantin perempuan biasanya memakai chima (rok panjang berlipit-lipit) warna merah, dan jeogori (jaket pendek semacam bolero) warna hijau.
Pengantin pria bebas memilih warna celana panjang dan jaket bertalinya. Keduanya masih memakai jubah lagi. Warna jubah perempuan disesuaikan dengan warna pilihan baju pasangannya. Ibu mempelai lelaki memakai warna kehijauan, sedangkan calon besannya dalam nuansa merah.
Ini tak jauh berbeda dari aturan yang telah ada sejak masa Dinasti Joseon pada abad ke-15. Waktu itu para gadis memakai chima merah dan jeogori kuning. Pada waktu pesta perkawinan yang dilanjutkan dengan acara menghormat orangtua dan mertua, perempuan dari kelas bangsawan telah memakai warna merah dan hijau itu. Warna-warna pada pakaian tradisional korea yang semarak memang sesuatu yag unik dan dimaksudkan untuk menghalangi roh jahat.
Bentuk hanbok yang sekarang dipakai, dipolakan pada masa Dinasti Joseon yang berdasarkan Konfusianisme pada abad ke-15. Namun, dasarnya sudah ada sejak masa Tiga Kerajaan (57 SM-668 M). Di Kerajaan Silla tahun 648, pakaian semacam itu telah dipakai oleh perempuan bangsawan, juga pada masa Dinasti Goryeo (nama yang kemudian menjadi Korea) setelah itu.
Model bagi perempuan yang sejak masa Dinasti Joseon dan berlaku sampai sekarang adalah gabungan chima dan jeogori, yang ditutup dengan pita satu sisi itu. Kelihatannya pakaian itu tampak nyaman karena lebar leluasa sambil tetap menampilkan keindahan bentuk leher dan lengkung bahu perempuan.
Namun, perempuan zaman sekarang sudah jarang memakai pakaian itu sehari-hari karena harus sedikit menderita mengenakannya. Rok lebar berlipit itu bentuknya bagai sehelai kain, dililitkan di atas dada, lalu diikat keras-keras meratakan dada. Itu, kata perempuan yang selalu mengenakan hanbok dalam melayani pelanggan itu, kadang membuat sesak.
Untuk upacara perkawinan, perempuan Korea masa kini menggabungkan baju adat dan yang “modern”. Untuk acara pertunangan, mereka mengenakan hanbok warna merah muda, sedangkan untuk upacara perkawinan, hanbok merah-hijau itu ditambah pakaian pengantin model barat untuk acara berfoto berdua.
Setiap pasangan memesan minimal enam hanbok, dua untuk mempelai perempuan, dua untuk lelaki, dan dua untuk masing-masing ibu. Harga satu set dari bahan sutra antara 250.000 sampai 400.000 won, atau minimal Rp 2 juta. Yang bahan poliester antara 100.000 sampai 200.000 won, dan biasanya dipakai oleh mereka yang merayakan ulang tahun perkawinan ke-60.
Pembuatan makan waktu satu minggu sampai satu bulan, kata Sun-hee yang punya lima penjahit di rumahnya itu, tergantung ramai-tidaknya pesanan. Masa ramai pemesanan adalah dari Agustus sampai April karena cuaca musim panas terlalu panas untuk acara perkawinan.


contoh baju" adat korea :

                        








Pakaian adat Korea

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pakaian adat Korea Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian adat Korea. “Han” adalah sebutan bagi Korea, dan “bok” berarti pakaian. Jadi, secara harfiah orang Korea pun sebenarnya hanya menyebut pakaian mereka sebagai “pakaian korea”. Orang Korea sangat bangga memakai Hanbok, karena Hanbok merupakan identitas pakaian tradisional mereka. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional, seperti Chuseok atau Seol-nal (hari Imlek).






1. Jeogori atau atasan
Hanbok wanita, dibandingkan dengan hanbok Pria, lebih sering mengalami perubahan. Sebelum dinasti jeoseon, panjangnya sepinggang dan terikat menghubungkan bagian depan dengan bagian belakang. Di Masa Jeoseon Akhir, bentuk jeogori hanya sepanjang batas bawah ketiak. Namun bagian depannya lebih panjang hingga menutupi area dada.
 


2. Chima atau rok
Chima adalah semacam rok yang bulat mengembang dan panjangnya mulai dada hingga menutupi kaki. Saat 
ini, dibuat seperti sejenis dengan baju u-can see untuk mempermudah pemakaian. Dengan bentuknya yang longgar dan mengembang, tentu saja menyembunyikan bentuk lekuk tubuh wanita pemakainya. Hal ini sesuai dengan ajaran konfusianisme yang banyak dianut orang Korea zman dulu. Namun, bentuknya yang longgar membuat pemakainya leluasa untuk melakukan pekerjaan rumah dengan bersila dan berjongkok -posisi yang nyaman untuk bekerja pada saat itu- juga untuk berhormat kepada orang.




4. Otgoreum (Cloth Strings)
Otgoreum adalah pita yang dipakai pada baju hanbok untuk wanita, yang melintang ke rok atau chima.
5. Durumagi
Awalnya durumagi dipakai oleh pegawai Kerajaan sebagai pakaian dinas sehari-hari mereka. Durumagi adalah sejenis coat panjang yang dipakai sebagai luaran dikala angin sedang berhembus dingin-dinginnya.

6. Gat-Jeogori
Bentuknya sedikit lebih besar dibandingan dengan Jeogori. Bedanya hanya dibagian dalam pakaian jenis ini terbuat dari bulu kelinci, sehingga tetap membuat pemakainya tetap hangat. Bahan yang di luar biasanya terbuat dari sutra.


 

7. Changot
Di zaman Jeoseon dipakai oleh orang-orang kelas bangsawan atau prang terpandang. Merupakan varian lain hanbok selain hanbok yang biasa kita lihat.


 




8. Hanbok Pria
Jeogori bagi Pria, pada umumnya sedikit berbeda dibandingkan dengan milik wanita. Bagi pria, ukurannya sepanjang pinggang bahkan lebih panjang. Namun, seperti halnya Jeogori untuk wanita, untuk mengaitkan pakaian antara kanan dengan kiri, diikatkan dengan pita di depan dada. Hal yang paling penting dalam pembedaan hanbok pria dan wanita adalah cara penyimpulan pita. Coba anda perhatikan, penyimpulan pita di hanbok wanita menyisakan bagian sisa yang lebih panjang hingga menjuntai, dan simpul berada di sebelah kiri. Sedangkan untuk pria, tak ada bagian sisa yang menjuntai.
Baji atau celana, sebelum zaman Jeoseon,bentuknya menyempit dan mengikuti lekuk tubuh untuk memudahkan aktifitas berburu dan berkuda. Namun, di masa Jeoseon yang bidang agrarisnya lebih ditekankan, celana longgar semacam model baggy lebih nyaman digunakan. Baji pun lebih nyaman didunakan untuk berjongkok dan bersila di atas lantai, daripada celana yang ketat.


9. Hakjangui
Ha- berarti belajar atau ilmu. hakja berarti ilmuwan atau cendekia. hanbok jenis ini dipakai oleh kalangan cendekia pada masa Koryo hingga masa Jeoseon. Dilihat dari garis potongan bajunya, memiliki makna rendah hari dan juga berbudi pekerti yang luhur.

 




10. Shimui
Hanbok ini dikenakan para cendekia/ilmuwan ketika di wajtu senggang atau pada saat beristirahat. Shim (심) berarti merenung. Oleh karena para ilmuwan biasanya di waktu senggang masih suka merenungkan sesuatu, pakain ini kemudia dinamakan sedemikian hingga. Pakaian-pakaian ilmuwan ini, dilihat dari bentuknya, lebih cocok dikenakan untuk belajar pasif daripada aktif. Seperti melukis atau ilmu filsafat.




11. T’eol Magoja
Pakaian ini sebenarnya lebih ke arah pakaian orang Manchuria. Pertama kali diperkenalkan oleh seorang politikus Korea di zaman Jeoseon yang ditugaskan di daerah Manchuria, dan kembali lagi ke Korea dengan menggunakan pakaian jenis ini. Pakaian ini di dalamnya dilapisi bulu. Juga sebagai simbol kemewahan.


 


12. Gat
Gat adalah jenis topi tradisional Korea yang dikenakan oleh pria pada saat pergi keluar rumah atau menghadiri acara-acara penting. Gat memiliki pinggiran yang luas dan lebar yang dinamakan yangtae, dan bagian tengahnya berbentuk tabung tinggi. Pengencang gat adalah tali yang diikatkan di bagian bawah dagu. Orang Korea telah mengenakan gat semenjak Zaman Tiga Kerajaan (37 SM-668 M) untuk melindungi kepala dari sinar matahari dan hujan. Pada pertengahan zaman Dinasti Jeoseon (abad 16-17), gat dikenakan sebagai lambang status sosial oleh kaum bangsawan dan ilmuwan dan bagian penting dari pakaian sehari-hari. Gat dipandang sebagai alat yang membedakan bangsawan dengan mereka yang tak berbudaya.

 



13. Jipsin
Jipsin (짚신) adalah jenis sepatu tradisional khas Korea yang terbuat dari bahan jerami. Istilah jipsin juga diberikan untuk sepatu tradisional yang terbuat dari bahan kain dan rami. Sepatu jipsin diperkirakan telah dikenakan oleh orang Korea sejak zaman Tiga Kerajaan (37 SM-668- M). Dalam beberapa lukisan kuno, sering digambarkan seorang pengelana yang bepergian menggantungkan sepatu jeraminya di punggung. Di masa Dinasti Jeoseon (1397-1910) sebagian besar rakyat menjadikan jipsin sebagai alas kaki mereka sehari-hari. Karena pada masa itu, rakyat Korea sebagian besar bekerja di bidang pertanian, bahan jerami untuk membuat jipsin dapat dengan mudah ditemukan. Biasanya mereka membuat jipsin pada musim dingin, saat tidak turun ke ladang untuk bercocok tanam.

Semoga informasi mengenai pakaian adat Korea tersebut bermanfaat. Ikuti terus informasi menarik lainya di blog ini.

Sejarah Korea Selatan

Tahun 1995 adalah tahun yang sangat berarti bagi seluruh rakyat Korea, tahun tersebut merupakan ulang tahun ke 15 kemerdekaan bangsa ini dari penjajahan Jepang. 46 tahun rakyat Korea menderita atas kebiadapan Jepang dan kemerdekaan bukan hanya bearti sekedar terlepas dari penindasan secara pisik tetapi juga secara mental, ideologi dan lain-lain.
Suatu kesempatan untuk memperkenalkan negara ini keseluruh dunia dan memulihkan kebanggaan terhadap Sejarah Korea.
Dalam memperingati kesempatan yang berbahagia(penting) ini, KBS, sebagai suatu badan penyiaran publik yang mewakili Korea dengan bangga menerbitkan buku Sejarah Korea. Buku tersebut ditulis sedemikian rupa hingga dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai negara dan dengan disain yang dapat diterima, jujur dan objektif.
Korea adalah negara kebanggan dengan tradisi dan budayanya yang unik dan mempunyai sejarah lebih dari 5000 tahun. Hasil beberapa penelitian memperlihatkan banyak masyarakat internasional yang tidak memahami sejarah Korea dengan benar dan informasi tentang sejarah tersebut masih relatif langka. Tujuan dari buku ini adalah untuk menaggulangi hal tersebut hingga sejarah Korea dapat dipahami dengan baik.
Buku tersebut berisikan tinjuan sejarah Korea secara luas dan menyeluruh dari zaman purbakala sampai sekarang dan diterbitkan melalui kerja sama KBS dan Institut Nasional Pendidikan Internasional Dan Pembangunan Departemen Pendidikan Korea. Diharapkan para pembaca dapat memahami penyajian sejarah Korea dengan mudah dan objektif. Kita berharap semoga buku sejarah tersebut dapat menjadi pedoman yang berguna untuk para sahabat kita dari berbagai pelosok dunia yang ingin lebih banyak tahu tentang “ Negeri pagi yang damai ini”.


Pakaian Adat Korea



korea-entertainment-016


Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.
Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang. Lukisan pada situs makam Goguryeo menunjukkan gambar laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang ketat dan baju yang berukuran sepinggang. Struktur tersebut sepertinya tidak banyak berubah sampai saat ini.
Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.
Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu
Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.
Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.
Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.
Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah.
Baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala sangtu, sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher belakang. Wanita berkedudukan sosial tinggi seperti kisaeng, memakai aksesori wig yang disebut Gache. Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18. Pada akhir abad ke-19, gache semakin populer di antara kaum wanita dengan bentuk yang semakin besar dan berat. Jokduri, jenis gache yang lebih kecil.
Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai penguat atau aksesori. Bahan pembuatan binyeo bervariasi sesuai kedudukan sosial pemakainya. Wnita juga mengenakan jokduri pada hari pernikahan mereka dan memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.
Pria menggunkan gat, topi dari rambut kuda, yang juga bervariasi sesuai status atau kelas

Tahun Baru Korea

Tahun Baru Korea (Korea: seolnal; hangul: 설날 atau Gujeong 구정, hanja: 舊正) adalah hari pertama dalam kalender lunar (kalender Korea). Seollal adalah hari raya rakyat Korea yang paling besar dan juga paling penting. Seollal terbagi dalam perayaan-perayaan meriah. Hari libur seollal berlangsung selama 3 hari. Seollal dianggap rakyat Korea lebih penting daripada hari tahun baru kalender Gregorian.[1] Walaupun tidak terlalu populer, istilah Seollal juga berarti Yang-nyeok Seollal (양력설날, tahun baru kalender Gregorian) yang disebut Shinjeong (hangul: 신정).
Tahun baru Korea jatuh pada tanggal yang sama dengan tahun baru Imlek, kecuali ketika bulan baru muncul antara jam 15:00 UTC (tengah malam waktu Korea) dan 16:00 UTC (tengah malam waktu Tiongkok). Dalam kasus ini (rata-rata terjadi 24 tahun sekali), bulan baru akan muncul “keesokan harinya” di Korea dibanding di Tiongkok, dan Seollal akan dirayakan sehari setelah Imlek di Tingkok.

Ritual

Seollal adalah tahun baru untuk semua keluarga. Warga Korea merayakannya dengan memakai hanbok. Orang yang berada di kota besar berduyun-duyun mudik (pulang kampung) untuk menemui orangtua atau saudara yang tinggal di kota asal atau pedesaan. Pada saat ini biasanya jalan-jalan di kota besar seperti Seoul akan macet total. Pada pagi harinya mereka akan pergi sembahyang ke makam orangtua yang sudah meninggal untuk memberi hormat.
Di hari seollal juga banyak masyarakat Korea yang pergi berwisata ke daerah-daerah seperti ke Gangneung dan Donghae di propinsi Gangwon di pesisir timur untuk menyaksikan terbitnya matahari pertama di tahun baru

Sebae

Sebae adalah cara memberi hormat kepada orang tua atau kakek dan nenek pada hari tahun baru. Anak-anak mengunjungi orang tua mereka dan mengucapkan salam tahun baru sambil membungkukkan badan “saehae bok manhi badeuseyo” (새해 복 많이 받으세요) yang artinya semoga mendapat banyak keberuntungan tahun baru. Orangtua lalu memberi anak-anak mereka angpao (saebaetdon). Dulu orang tua ada yang memberikan ddeok dan buah-buahan.[3].

Permainan tradisional

Banyak orang bermain permainan tradisional seperti Yut, permainan kartu Go-Stop, gasing, layangan dan jaegi chagi. Perempuan bermain nurtwigi, permainan melompat dari jungkat-jungkit.





——————————————————————————————–



Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한 민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK) biasanya dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國) oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; “Chosŏn Selatan”) di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).


450px-rokseoulskyline





Ekonomi Korea

Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia. Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kemudian Perang Korea membut kondisi semakin parah. Sekarang PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Pada 2004, Korea Selatan bergabung dengan “klub” dunia ekonomi trilyun dolar.
Kesuksesan ini dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan bisnis-pemerintah yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor, pensponsoran dari industri tertentu, dan usaha kuat dari tenaga kerja. Pemerintah mempromosikan impor bahan mentah dan teknologi demi barang konsumsi dan mendorong tabungan dan investasi dari konsumsi. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin.
Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi dunia yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, pertumbuhan pada 2002 sangat mengesankan di 5,8%.
Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah beruabah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.
Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga dalam peringkat ke-12 dalam PDB nominal, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.

geografi

Luas Korea Selatan adalah 99.274 km², lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar bergunung-gunung dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.
Iklim
Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat

Tenaga Kerja Asing

Perkembangan ekonomi Korea Selatan yang sangat pesat tidak lepas dari banyaknya pekerja asing di Korea Selatan untuk bekerja di sektor-sektor industri menengah dan kecil yang menjadi motor penggerak industri besar.

Chaebol

Salah satu hal yang unik dalam ekonomi Korea Selatan adalah peranan chaebol (konglomerat) yang mendominasi sejak lama dan kebanyakan didirikan setelah Perang Korea. Pada 1995, di antara 30 atas chaebol, empat grup teratas Hyundai, Samsung, Daewoo, dan LG. Pada 2003, hanya 4 dari 18 chaebol terbesar tetap berjalan. Namun, mereka tetap mendominasi aktivitas ekonomi..
Chaebol Korea Selatan sering dibandingkan dengan keiretsu Jepang. Perbedaannya adalah chaebol Korea masih dipegang oleh keluarga pendiri, tidak seperti keiretsu, yang dijalankan oleh manajer perusahaan profesional. Perbedaan kedua adalah pemerintah mencegah chaebol memiliki bank pribadi, sedangkan Keiretsu bekerja sama dengan bank tertentu, memberikan perusahaan tersebut mencari kredit yang tidak terbatas.

Provinsi dan Kota-Kota

Korea Selatan terdiri dari 1 Kota Khusus (Teukbyeolsi; 특별시; 特別市), 6 Kota Metropolitan (Gwangyeoksi; 광역시; 廣域市), dan 9 Provinsi (do; 도; 道). Nama-nama di bawah ini diberikan dalam bahasa Inggris, Alihaksara yang Disempurnakan, Hangul, dan Hanja.
* Kota Istimewa/Khusus Seoul


300px-rokprovinces












* Kota Metropolitan
* Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; 부산 광역시; 釜山廣域市)
* Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; 대구 광역시; 大邱廣域市)
* Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; 인천 광역시; 仁川廣域市)
* Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; 광주 광역시; 光州廣域市)
* Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; 대전 광역시; 大田廣域市)
* Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; 울산 광역시; 蔚山廣域市)
* Provinsi
* Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; 경기도; 京畿道)
* Provinsi Gangwon (Gangwon-do; 강원도; 江原道)
* Provinsi Chungcheong Utara (Chungcheongbuk-do; 충청 북도; 忠清北道)
* Provinsi Chungcheong Selatan (Chungcheongnam-do; 충청 남도; 忠清南道)
* Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; 전라 북도; 全羅北道)
* Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; 전라 남도; 全羅南道)
* Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; 경상 북도; 慶尚北道)
* Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; 경상 남도; 慶尚南道)
* Provinsi Jeju (Jeju-do; 제주도; 濟州道)
Kampung Cina di Korea



kampung cina dikorea
kampung cina dikorea
Daerah Sunrin, kabupaten Jung-gu, provinsi Incheon, Korea, terletak di Korea, namun daerah ini lebih banyak memancarkan nuansa khas Cina, sehingga terkenal dengan nama Kampung Cina yang merupakan satu-satunya di Korea untuk sekitar 5 ratus warga Cina agar dapat menempuh kehidupan seperti di daratan Cina.
Acara mingguan Tirai Budaya Korea edisi kali ini akan mengundang anda ke Kampung Cina di daerah Incheon yang diselimuti nafas keturunan Cina.
kalau di indonesia mungkin di kota wisata cibubur,,
Arirang Daerah Jungsun yang Mengisahkan Kesedihan
Arirang Daerah Jungsun yang Mengisahkan Kesedihan
Arirang Daerah Jungsun yang Mengisahkan Kesedihan
Arirang adalah salah satu kesenian tradisional rakyat Korea yang merupakan lagu yang melambangkan emosi dan perasaan bagi rakyat Korea dengan baik. Di seluruh daerah terdapat lagu Arirang yang khas dan banyak masyarakat yang mampu menyanyikan Arirang dengan baik.
Seperti itulah, lagu Arirang banyak mendapat perhatian dari masyarakat Korea sebagai lagu untuk menghiburkan kesengsaraan dan kesedihan bagi rakyat jelata di negeri ginseng ini.
Dari sekian banyak Arirang asal berbagai daerah, Milyang Arirang yang dinyanyikan di provinsi Gyeongsang Selatan, Jindo Arirang di provinsi Cheola dan Jungsun Arirang yang tersebar luas di provinsi Gangwon, disebut sebagai 3 Arirang utama di Korea. Di antaranya, Jungsun Arirang dinilai sebagai Arirang yang mempertunjukkan bahasa musik yang paling setia dan paling indah bagi raykat Korea.
Nah, kalau begitu, mari kita bersama-sama menapaki perjalanan ke daerah Jungsun untuk mencari suara Jungsun berdasarkan Arirang.

Bandar Udara Internasional Incheon

Bandar Udara Internasional Incheon, terkenal baik dengan keamanan dan kenyamanannya. Incheon merupakan salah satu bandar udara internasional yang terbaik di dunia. Bandar udara ini dilengkapi dengan sistem informasi pengamanan menyeluruh yang mengontrol pengoperasian fasilitas bandar udara dan jalur penumpang serta barang agar berjalan secara mulus, hal ini telah diakui oleh penumpang baok domestik maupun luar negeri.
Komplek bisnis internasional dibuka 24 jam setiap hari, dilengkapi dengan toko-toko yang nyaan, fasilitas komersial, hotel-hotel berbintang lima, gedung-gedung bisnis dan mall-mall untuk berbelanjan. Bandar udara ini memiliki luas kira-kira 56,2 juta meter persegi dan area untuk penumpang di terminal sekitar 496 ribu meter persegi dengan 77 pintu naik pesawat (boarding).
Ada kira-kira 396 tempat pendaftaran penerbangan (cheng in), 120 loket masuk pemeriksaan paspor, 120 tempat pemeriksaan paspor saat mau keluar, 6 tempat transit check in dan 28 pos keamanan.
Dari semua yang disebutkan di atas, bandar udara ini mempunyai kapasitas untuk menangani 44 juta penumpang dan 4,5 juta ton barang setiap tahunnya. Bandar udara Internasional Incheon telah menjadi bandar udara kelas dunia yan berperan sebagai sebuah pusat dunia.
InchonMorning



Taksi di Korea

Di Korea ada tiga jenis taksi, yaitu taksi biasa, taksi mewah, dan taksi tipe grup. Tarif awal taksi biasa adalah 1.900 won. Sedangkan tarif awal taksi mewah adalah 4.500 won. Tarif taksi mewah itu lebih mahal karena memakai mobil sedan mewah dan supir taksinya bersikap ramah tamah terhadap penumpang.
Biasanya ongkos taksi dibayar dengan uang tunai. Tetapi taksi mewah dan sebagian taksi biasa dapat dibayar dengan kartu kredit.
Taksi biasa berwarna abu-abu, putih, dan perak tetapi taksi mewah hanya berwarna hitam saja. Taksi tipe grup juga disebut taksi minivan dan cocok untuk dipakai oleh 4 atau 5 orang penumpang dan membawa banyak barang.

taksi biasa
taksi biasa

taksi mewah
taksi mewah




Pesanggerahan Pemuda
Ciri khas utama pesanggerahan pemuda adalah kamar tidurnya yang murah dan bersih, disediakan berbagai fasilitas kemudahan, dapur, dan suasana yang ramai.
Pesanggerahan pemuda ini digemari oleh pemuda asing yang mengunjungi Korea sebagai tempat penginapan murah dan dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman dan bisa bergaul dengan pemuda-pemudi dari manca negara.
korea39 korea40



Toko Serba ada di Korea

Toko serba ada di Korea menyediakan berbagai acara kebudayaan dan acara-acara untuk penduduk selain mengadakan penjualan barang. Sekarang toserba Lotte, Shinsegae, dan Hyundai terkenal di Korea. Terutama di toserba Lotte di Myeong-dong ada toko bebas cea cukai untuk orang asing (jadi kalau kalian ke Korea, belanja di Myeong-do aja. Lebih murah ahahaha).
.tip untuk berbelanja di toserba
.kita bisa membeli barang dengan harga murah pada saat obral. Biasanya obral diadakan sebelum dan sesudah hari raya.
.kalau bukan masa obral lebih baik memilih toserba yang memberikan hadiah sesuai dengan jumlah pembelian konsumen. Biasanya, diberikan voucher apabila konsumen membeli barang lebih dari 150.000 won (±1.858.500 rupiah)

Kebudayaan Korea yang Mirip dengan Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan korea akhir-akhir ini sangat pesat perkembangannya. Apalagi budaya pop atau yang lebih dikenal dengan K-Pop. Kebudayaan korea cukup unik sehingga banyak orang yang tertarik untuk mempelajari dan mengetahuinya lebih lanjut.
Namun sebenarnya kalau diperhatikan budaya korea itu dengan seksama ada juga loh yang mirip atau hampir mirip dengan beberapa kebudayaan yang ada di Indonesia.
Apa saja diantaranya? Mari kita lihat…
Pada bulan april ini ada festival yang diadakan pada 7-9 April 2012 yang lalu. Adalah The 2012 Jindo Miracle Sea Festival di Pulau Hoedong-ri dan Modo. Pada festival ini, air laut akan surut dan terlihat seperti terbelah, membentuk jalan yang menghubungkan kedua pulau.
13353436452103765617
ilustasi/admin visitkorea.or.kr

Selama festival, gelombang pasang yang ekstra rendah menyebabkan laut untuk bagian ajaib, jalan sepanjang 2.8km. Akan ada Pungmulnori (perkusi musik Korea dan tari) serta pertunjukan bakat untuk anjing Jindo, jenis anjing terkenal setempat. Festival ini juga mencakup program pengalaman seperti musik tradisional Korea, sampling minuman tradisional Jindo, dan pameran foto.
Kalau dipikir-pikir mirip juga kok dengan yang ada di Indonesia. Tepatnya di Sumatera Barat. Yakni di Pantai Air Manis. Pantai air manis, merupakan salah satu wisata pantai favorit bagi wisatawan lokal maupun luar negeri, pantai ini memiliki ombak yang rendah dan pemandangan yang menakjubkan gunung padang. Pantai air manis termasuk daerah landai dan luas, sehingga bisa digunakan untuk bermain, apalagi ketika pasang surut, pengunjung bisa melihat penampakan biota laut yang menyembul kepermukaan.
13353437081862716462
Dengan berjalan kaki, Anda dapat pergi ke Pulau Pisang Kecil yang berada tidak jauh dari tepi Pantai Air Manis. Pulau ini tidak begitu luas, dapat digunakan sebagai tempat istirahat sambil menikmati makanan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati oleh pengunjung secara gratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau itu. Sebab, beberapa jam kemudian, air pasang secara bertahap akan meningkat menjadi normal sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak berada dalam jarak berjalan kaki lagi. Anda harus menggunakan perahu untuk kembali. Dan bedanya dengan yang ada di korea, fenomena ini bisa terjadi setiap hari.
Lalu selain yang ada di Sumatera Barat, juga ada yang mirip dengan kebudayaan dari provinsi lain di Indonesia. Yakni kemiripan antara tari bucheachum dengan tari kipas di Sulawesi selatan.
1335343850304193700
Tari Kipas di Sulsel (sumber:azamku.com)

Menurut Wikipedia, Buchaechum atau Tari Kipas adalah salah satu tarian tradisional dari Korea yang paling terkenal, biasanya dipentaskan oleh sekelompok wanita. Tarian ini adalah kreasi baru, yang diciptakan oleh penari Kim Baek-Bong pada tahun 1954. Para penari menari menggunakan kipas yang berhiaskan bunga peony dan mengenakan hanbok yang berwarna mencolok.
13353439352027119757
Tari Bucheachum (sumber:xj1012500896.wordpress)

Jika diperhatikan hampir mirip kan dengan tari kipas Sulawesi selatan. Kata Wikipedia, tari bucheachum adalah tari kreasi baru. Mungkin saja terinspirasi oleh tari kipas Sulawesi selatan. Mungkin saja… :)
Mungkin baru dua kebudayaan itu yang sempat terdeteksi. Lain kali saya (pengamat budaya korea, haha) akan menambahkan yang lainnya. jika pembaca juga merasa ada budaya korea yang mirip dengan budaya Indonesia lainnya, silahkan diinformasikan ya…  :)
Harapannya, dengan adanya (mungkin) kemiripan antara dua kebudayaan ini semakin memererat hubungan kedua Negara. Sehingga dengan hubungan yang semakin erat itu bisa menghasilkan berbagai kerjasama yang menguntungkan kita bersama.

CIRI KHAS BUDAYA KOREA

Pada dasarnya , warisan kebudayaan Korea dimiliki oleh Korea Selatan dan Korea Utara . Akan tetapi  , keadaan politik telah menghasilkan kebudayaan Korea modern yang berbeda .
Deoksugug
perayaan lentera
                                                    
                                
SENI TRADISIONAL
MUSIK
Pertunjukkan musik tradisional Korea mementingkan improvisasi , kontinuitas , serta hanya memiliki sedikit jeda . Sebagai contoh pansori  dapat berlangsung hingga 8 jam hanya dengan satu penyanyi . Sebagian besar alunan musik tradisional Korea dimulai dari yang paling lambat hingga yang paling cepat .
Jeongak , merupakan musik istana , pada zaman dahulu dipentaskan oleh kalangan atas . Jeongak dimainkan dalam 3 detik hanya sebanyak  1 ketukan  , sehingga berssifat monoton .  Alat musik yang dimainkan untuk pementasan jeongak dibuat dari bahan alam . Alat musik tiup terbuat dari bambu , sedangkan alat musik petik terbuat dari bahan sutra .
Pungmul , merupakan jenis musik rakyat Korea . Jenis musik Pungmul dikategorikan dalam jenis minsogak .
Alat musik tradisional Korea terbagi atas alat tiup , petik dan perkusi .
pangsori
                                                    
pungmul

TARIAN
Jeongjaemu merupakan tarian istana yang dipentaskan dalam pesta kerajaan . Ilmu dipentaskan dalam upacara Konfusius . Tarian shamanisme merupakan tarian yang dipentaskan oleh dukun dalam upacara tertentu .
talchum
KEHIDUPAN
FESTIVAL
Kalender Korea didasarkan pada kalender lunisolar , tapi saat hanya digunakan untuk hari – hari tertentu seperti festival , upacara kelahiran dan ulang tahun .
Berikut beberapa festival yang terdapat di Korea :
*      Seollal ,merupakan hari imlek Korea yang tepat bersamaan dengan imlek Cina
*      Daeboreum , merupakan festival bulan purnama pertama
*      Dano , merupakan festival musim semi
*      Chuseok ,merupakan festival panen raya / festival kue bulan
daeboreum
TEH
Teh dikenalkan di Korea dari Cina lebih dari 200 tahun lalu bersamaan dengan disebarkannya agama Buddha di Korea . Bentuk kebudayaan teh Korea adalah upacara teh Korea ( dado ) .
darye
KULINER
Hasil utama pertanian rakyat Korea adalah beras , gandum  dan kacang – kacangan . Hasil laut melimpah seperti  ikan , cumi – cumi dan udang .
Sebagian besar kuliner Korea adalah dalam bentuk fermentasi seperti kimchi dan doenjang . Makanan fermentasi tersebut berguna sebagai cadangan protein dan vitamin pada musim dingin .
Sebagai contoh kue beras yang berwarna – warni selalu dijumpai dalam peristiwa ulang tahun anak hari ke – 100 , ulang tahun pertama , perkawinan , ulang tahun ke – 60 , perkawinan dan sebagainya .
Sedangkan makanan kuil melarang 5 jenis bumbu , yaitu bawang putih , bawang merah , daun bawang , rocambole , bawang perai  , jahe serta daging .
bibimbap
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
My Zimbio
Top Stories Read more: http://bloggerpas.blogspot.com/2012/01/8-tips-membuat-blogger-seo-friendly.html#ixzz2EL6eo24x Read more: http://bloggerpas.blogspot.com/2012/01/8-tips-membuat-blogger-seo-friendly.html#ixzz2EL6eo24x